Menurut penuturan para juru kunci dan tradisi masyarakat Ampel, sembilan makam Mbah Sholeh tidak memiliki nama atau identitas yang berbeda-beda. Semuanya dipercaya sebagai makam Mbah Sholeh yang muncul dan wafat berulang kali, atau menurut pendapat lain sebagai sosok-sosok yang menggantikan perannya. �
Rek Ayo Rek + 1
Urutan yang paling sering diceritakan adalah sebagai berikut:
Makam pertama – Mbah Sholeh pertama kali wafat setelah bertahun-tahun menjadi tukang sapu Masjid Ampel.
Makam kedua – Muncul kembali sosok yang sama, mengabdi, lalu wafat.
Makam ketiga – Kembali hadir untuk membersihkan masjid, kemudian dimakamkan di samping makam sebelumnya.
Makam keempat – Kisah yang sama terus berulang.
Makam kelima – Tetap mengabdi sebagai penjaga kebersihan masjid.
Makam keenam – Wafat dan dimakamkan berjajar.
Makam ketujuh – Masih menjalankan tugas yang sama.
Makam kedelapan – Muncul kembali hingga akhirnya wafat.
Makam kesembilan – Menurut cerita rakyat, setelah Sunan Ampel wafat, Mbah Sholeh juga wafat untuk terakhir kalinya dan tidak muncul lagi. Makam terakhir berada di sisi paling timur deretan makam. �
Kemdikbud Repositori + 1
Yang menarik, tidak ada nisan yang bertuliskan "Mbah Sholeh I, II, III...". Penomoran tersebut hanyalah cara masyarakat menceritakan urutan kisahnya. Secara fisik, yang terlihat adalah sembilan makam berjajar di pelataran timur Masjid Ampel. �
Rek Ayo Rek + 1
Ada pula kisah lain yang sering diceritakan para peziarah, yaitu bahwa Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji (Mbah Bolong) merupakan dua murid yang sangat dekat dengan Sunan Ampel. Mbah Sholeh dikenal karena pengabdiannya menjaga kebersihan masjid, sedangkan Mbah Sonhaji dikenal dengan kisah karamah terkait penentuan arah kiblat Masjid Ampel. �
Rek Ayo Rek
Jika Anda berziarah ke Ampel, saya juga bisa menjelaskan �makam-makam lain di kompleks Sunan Ampel yang dipercaya sebagai makam para keluarga Sunan Ampel, para wali, dan tokoh penting Kerajaan Majapahit yang kemudian memeluk Islam, beserta sejarahnya.


No comments:
Post a Comment